Cara Mengetahui Posisi Keuangan Kita

Untuk membuat suatu perencanaan keuangan diperlukan gambaran jelas mengenai kondisi keuangan individu, baik posisi asetnya maupun hutangnya. Posisi keuangan ini bisa kita dapatkan dari laporan neraca keuangan pribadi. Yaitu suatu laporan pada tanggal tertentu atas aktivitas keuangan dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Berikutnya adalah laporan arus kas, yaitu pelaporan yang mengungkapkan uang yang diterima dan dikeluarkan oleh individu dalam satu periode waktu (biasanya satu tahun), laporan ini memberikan gambaran pola pengeluaran , tabungan dan investasi kita.

Neraca Keuangan Pribadi

ASET

Kas/ Setara Kas

  • Uang Tunai
  • Tabungan
  • Deposito
  • Asuransi Jiwa

Aset Investasi

  • Saham
  • Koleksi Seni
  • Simpanan Pensiun
  • Kemitraan Usaha

Aset Pribadi

  • Rumah
  • Mobil

HUTANG

Hutang Jangka Pendek

  • Kartu Kredit
  • Pinjaman Online

Hutang Jangka Panjang

  • Kredit Kendaraan
  • KPR

NET WORTH = ASET – HUTANG


Neraca Keuangan Pribadi

ASET

Kas/ Setara Kas

  • Uang Tunai
  • Tabungan
  • Deposito
  • Asuransi Jiwa

Aset Investasi

  • Saham
  • Koleksi Seni
  • Simpanan Pensiun
  • Kemitraan Usaha

Aset Pribadi

  • Rumah
  • Mobil

HUTANG

Hutang Jangka Pendek

  • Kartu Kredit
  • Pinjaman Online

Hutang Jangka Panjang

  • Kredit Kendaraan
  • KPR

Laporan Arus Kas Pribadi

KAS MASUK

  • Gaji
  • Nilai kas dari asuransi jiwa
  • Pembayaran pensiun
  • Penerimaan bunga/ deviden
  • Pendapatan sewa
  • Dana pinjaman
  • penarikan kas dari tabungan
  • Pengembalian pajak
  • Penjualan aset

KAS KELUAR

TETAP

  • Pembayaran sewa rumah/ KPR
  • Pembayaran asuransi
  • Tabungan
  • Pembayaran pinjaman

VARIABEL

  • Biaya pengobatan
  • Perawatan anak
  • Konsumsi makanan
  • Biaya rumah tangga
  • Biaya hiburan/ liburan
  • Pembayaran pajak
  • Pembayaran kartu kredit

RASIO LIKUIDITAS

Rasio ini menunjukkan apakah suatu rumah tangga mampu memenuhi kebutuhan pengeluarannya melalui kas/setara kas jika penghasilan utamanya berhenti. Dihitung dalam satuan bulan.

Rasio Likuiditas =

kas setara kas / Pengeluaran bulanan

Rumah tangga dianggap sehat jika rasio ini menunjukkan angka 3-6 bulan. Rasio ini juga bisa dimanfaatkan untukmelihat apakah dana darurat yang kita siapkan sudah cukup.


LIQUID ASSET TO NET WORTH RATIO

Jangan menyimpan kas/ setara kas terlalu banyak, karena kekayaan yang disimpan dalam bentuk kasi tidak menghasilkan imbal hasil.

Liquid Asset to Net Net Worth Ratio=

Asset Likuid / Nilai bersih kekayaan

Cukup simpan kekayaan anda dalam bentuk kas/setara kas sebesar 15% pergunakan sisanya untuk asset yang lebih bermanfaat


SAVING RATIO

Menunjukkan berapa persen dari pendapatan kotor kita yang kita sisihkan untuk konsumsi masa depan (ditabung)

Saving Ratio =

Tabungan / Pendapatan Kotor

Sisihkan minimal 10% dari pendapatan kotor anda untuk konsumsi di masa datang (ditabung)


DEBT TO ASSET RATIO

Rasio likuiditas lain yang bisa kita gunakan untuk mengukut kesehatan finansial kita, digunakan untuk mengukur kemampuan individu untuk membayar utangnya.

Debt to asset ratio =

Total hutang / Total aset

Posisi anda dianggap aman jika rasio ini kurang dari 50%


DEBT SERVICE RATIO

Rasio ini membandingkan antara total pembayaran pinjaman kita dalam setahun dibandingkan dengan penghasilan kita dalam setahun.

Debt Service Ratio =

Total pembayaran utang setahun / Total penghasilan setahun

Keuangan kita akan sehat jika anda berhasil mempertahankan rasio ini dibawah 35%


NET INVESTMENT ASSET TO NET WORTH RATIO

Idealnya porsi aset kita yang terus berkembang itu harus lebih besar daripada yang aset yang hanya kita nikmati saja

NIA to Net Worth Ratio =

Aset Investas / Nilai Bersih Kekayaan

Usahakan rasio ini diatas 50% semakin mendekati masa pensiun, aset ini harus ditingkatkan, karena kita tetap membutuhkan penghasilan setelah pensiun.

Sumber : Bapak Ajik Purnomo Putro CSA, CP3P, CFP

Leave a reply: